Mengintip Kehidupan Malam di Gili Trawangan, Lombok




Arisarmu's Stories - Jangan keburu tidur jika anda sudah berada di Gili Trawangan, walaupun sebentar nikmatilah suasana malam dimana denyut nadi  yang sesungguhnya dari pulau ini akan terlihat. 



Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air dikatakan sebagai gili atau pulau kecil yang paling terkenal dibandingkan dengan gili-gili lainnya di Lombok. Ketiganya terletak di Kabupaten Lombok Utara. Gili Trawangan adalah yang paling besar dan paling ramai dikunjungi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, sehingga tourist lokal dikatakan sebagai minoritas di sini.

Sama seperti dua gili lainnya, disini kendaraan bermotor pun tidak diperbolehkan. untuk menjaga lingkungan tetap bersih terhindar dari polusi udara. Namun demikian anda tak perlu kawatir jika ingin bepergian mengekplor pulau kecil ini. Jika anda tak ingin berjalan kaki, ada cidomo yang merupakan sarana transportasi tradisional Lombok yang mirip dengan delman yang ditarik oleh seekor kuda namun yang membedakan adalah rodanya yang berupa roda mobil. Pilihan transportasi lainnya adalah sepeda yang akan disediakan di hotel tempat anda menginap. Jadi bukan kendala lagi khan?

Baca juga:
> Cidomo, Sarana Transportasi Tradisional Lombok Yang Unik
> Wisata 30 menit di Gili Meno. Apa yang didapat?

Gili Trawangan merupakan surganya bagi yang ingin menikmati malam panjang dengan beragam aktifitas dan hiburan. Mulai dari bar, cafe dengan live music, night market , dan outdoor cinema, maupun bagi yang sekedar ingin berlama-lama menghabiskan malam dengan duduk-duduk di pantai. Hiruk-pikuk dunia malam yang menjadi daya tarik wisatawan untuk bermalam di gili Trawangan. Namun jika menghendaki suasana tenang, Gili Air dan Gili Meno merupakan tempat yang terbaik.


Sangat bersyukur ketika di Gili Trawangan saya bisa ikut merasakan menginap semalam di Hotel Vila Ombak, salah satu hotel besar di pulau itu dengan lokasinya yang strategis menghadap ke pantai dan fasilitas yang memadai sangat cocok untuk meluangkan liburan yang indah. Trimakasih Wulan dan manajemen hotel yang telah menyediakan fasilitas tersebut pada saya.

Baca juga:
> Wisata Konservasi Penyu - Apa sih daya tariknya?

Tidak lebih dari dua minggu setelah meninggalkan Lombok dan pulang ke Salatiga, gempa hebat mengguncang Lombok Utara dan Lombok Timur yang telah menelan banyak korban jiwa maupun kerusakan material yang tidak sedikit. Banyak orang Lombok yang kehilangan sanak-saudara, hilang harta benda, yang rumahnya roboh dan tinggal menyisakan puing-puing reruntuhan. Gempa bumi itu juga menimbulkan kerusakan di Gili Trawangan dan butuh waktu cukup lama untuk memulihkannya. Untunglah sekarang pariwisata Lombok sudah mulai bangkit lagi, semoga bisa ramai seperti sebelumnya bahkan bisa melampauinya. 

Sebenarnya saya sudah merasa kecapaian karena selama dua belas hari bepergian terus-menerus ke tempat-tempat wisata di Lombok yang  bisa saya tuju sendirian, namun karena keesokan harinya sudah ada agenda menyebrang ke Bali dengan fastboat dan rencana akan di pulau dewata sekitar dua atau tiga hari. Tentu saja saya tak ingin melewatkan suasana malam yang indah di gili Trawangan begitu saja walaupun tak sampai tiga jam namun setidaknya bisa memuaskan rasa penasaran saya.

Aktivitas malam saya di gili Trawangan diawali dengan minum secangkir cappuccino di  Blue Beach Bar di Hotel Vila Ombak, setelah itu makan nasi goreng seafood di salah satu restaurantnya ditemani Wulan. Selesai makan malam saya sendirian berjalan menyusuri jalanan kecil menuju ke night market, semakin malam semakin banyak tourist asing keluar dari hotel mereka, kebanyakan dari mereka berjalan kaki dan sebagian bersepeda. Sambil berjalan saya pun harus tetap berhati-hati karena cidomo masih terlihat lalu-lalang membawa penumpang. Entah sampai jam berapa cidomo masih beroperasi. Beberapa bar terlihat sudah mulai didatangi pengunjung. Sedangkan beberapa cafe sudah menata meja kursi di pantai dan sebagian kecil sudah terisi terutama yang menggelar live music. Sedangkan aneka seafood tertata di pinggir jalan menggoda wisatawan yang lewat untuk memilih yang disukai untuk dimasak sesuai dengan selera pembeli sebagai menu santap malam yang lezat.


Mungkin karena saya sudah letih dan mulai mengantuk karena sudah beraktifitas seharian termasuk bersepeda keliling Gili Trawangan, sehingga night market 
yang didominasi tourist mancanegara yang sedang bersantap malam maupun belanja souvenirs nampaknya tak terlalu menarik perhatian saya.


Live music

Justru yang menarik perhatian saya adalah hiburan malam yang dipersembahkan oleh Hotel Vila Ombak yaitu outdoor cinema, merupakan tayangan film yang digelar di pantai dialam terbuka dengan jadwal tayang dua kali dengan film yang berbeda. Di dekatnya ada dermaga milik Hotel Vila Ombak yang digunakan khusus untuk tamu hotel dan juga merupakan spot foto cantik bertema love yang merupakan salah satu ikon Gili Trawangan.

View didepan Hotel Vila Ombak yang menghadap ke laut. Foto kanan bawah adalah outdoor cinema.

Selfie juga ah buat bergaya-gaya hahaha