Ini Sebabnya Kenapa Orang Bule Tahan Hawa Dingin - Memori Masa Lalu

Image via Pixabay.com

Anomali cuaca yang terjadi di Indonesia pada bulan-bulan ini mengakibatkan suhu tidak menentu, terkadang sangat dingin melebihi biasanya. Jika merasa kedinginan jadi ingat dengan mereka yang tinggal di negara empat musim. Kok mereka bisa tahan dingin ya?

Di kota mungil tempat tinggalku, Salatiga, di hari selasa siang sekitar pukul 09.45 suhu ruangan ada di angka 26°C. Di malam hari atau dini hari kadang-kadang menjadi 20°C, bahkan ada yang mendengar di berita, di pagi hari pernah sekali  mencapai 13°C. Bisa kebayang khan betapa dinginnya.

Sedangkan di Kopeng yang berjarak 18 km dari kota mungil kami, berada di ketinggian 1500 - 1700 mdpl katanya kemarin malam turun sampai 10°C. Bahkan di Dieng sampai dedaunan bermandikan embun es.. Wow pastinya bisa beku nih jika menginap disana tanpa persiapan matang.



Melihat dan merasakan fenomena udara yang dingin ini saya jadi teringat waktu tinggal di Hobart, Tasmania. Sungguh mengherankan waktu itu saya bisa tahan dengan udara yang dingin. Kok sekarang beberapa hari saja terpapar dengan suhu 20°C, badan terasa tak enak, agak meriang dan sedikit demam.

Keadaan inilah yang menginspirasi saya untuk menulis artikel kali ini dengan label Tasmania. Ini mengingatkanku tentang pengalaman waktu kuliah selama dua tahun di Hobart. Suhu udara di musim dingin hanya sampai -1°C. Itu menurut perhitungan ramalan cuaca yang di beritakan waktu itu. Namun betul sekali sih karena dinginnya sampai menusuk ke tulang.

Baca juga: Sekilas Tentang Hobart, Kota Kenanganku

Dalam durasi satu tahun hawa dingin hanya sekitar 6 bulan saja, yaitu ketika winter (musim dingin), suhu maksimal sekitar 15°C, namun terkadang turun sampai dibawah 10°C. Sedangkan spring (musim semi), suhu udara berkisar 10-20°C. Tiap musim berlangsung selama tiga bulan. Walaupun tidak sedingin di Eropa, namun bagi saya yang berasal dari negara tropis, termasuk sangat dingin.

Waktu di Hobart, saya pun pernah mengalami betapa beratnya bermain sepakbola ketika suhu udara pada kisaran 5°C. Nafas terasa pendek dan otot-otot kaki menjadi kaku dan sulit diajak berlari kencang, sehingga membutuhkan lebih banyak energi.

Belajar dari pengalaman dan dari teman-teman orang Australia maupun dari sesama orang Indonesia,  akhirnya ketemu cara untuk mengatasi hawa dingin.

Ada beberapa cara yang ditempuh untuk mengatasi rasa dingin:

1.  Mengenakan baju hangat yang tebal. Pakaian yang dikenakan pertama terbuat dari bahan wool, karena jika berbahan katun malah terasa sangat dingin di kulit.

Jika mau keluar rumah.bagian paling luar memakai jaket dengan bahan yang tak tembus angin sehingga udara dingin tidak menembus ke kulit. Tentunya memakai sepatu dan mengenakan kaos tangan dari bahan wool. Dan untuk melindungi  telinga dan kepala dari hawa dingin, mengenakan penutup kepala dan telinga yang juga terbuat dari wool.

2. Sedangkan untuk tidur, jika tidak memakai heater atau pemanas ruangan. Selain menghemat ongkos listrik dan katanya juga tidak baik bagi kesehatan kalau semalaman memakai electric heater. Tempat tidur juga memakai alas yang terbuat dari bahan wool, memakai baju hangat yang cukup dan dua selimut yang tebal.

3. Jalan yang cepat akan menghangatkan badan. Ternyata kalau orang bule jalannya cepat sekali, karena sudah menjadi kebiasaan. Ini merupakan cara ampuh untuk menghangatkan badan.

4. Kalau sedang duduk-duduk beramai-ramai di living room sambil minum teh atau kopi, bisa pakai penghangat electric heater atau menyalakan kayu bakar di fireplace. Jadi seisi ruangan hangat.

5. Mandi dengan shower air hangat agak panas. Setelah mandi, tubuh akan menyerap hawa panas. Sebelum hilang cepat-cepat memakai pakaian hangat. Setelah itu badan akan terasa hangat dan nyaman.

Baca juga: Tasmanian Devil, Si Setan Yang Rakus

6. Yang terakhir yaitu makan banyak daging. Ini bisa diterapkan di Hobart karena harga daging sapi lebih murah dari harga sayuran pada umumnya. Jadi konsumsi daging sapi cukup banyak bahkan sangat banyak. Ini menyebabkan tubuh akan menjadi hangat.


Inilah yang menyebabkan kenapa orang bule lebih tahan menghadapi hawa dingin. Kehidupan mereka sudah dipersiapkan untuk setiap tahun menyambut hawa dingin. Juga karena sudah terbiasa  dengan suhu dingin, sehinggga jika mereka berlibur di negara tropis akan merasa kepanasan, walaupun kita mungkin sedang kedinginan. (helloiamaris.blogspot.com).