Kerja Bakti Bagian Dari Budaya Luhur Indonesia Yang Perlu Dilestarikan



Kerja bakti merupakan salah satu kegiatan sosial yang kerap dilakukan dalam lingkungan masyarakat. Ini berfungsi untuk menjalin silaturahmi dan kerjasama antar warga dalam wujud membersihkan atau merapikan lingkungan.

Dalam masyarakat urban atau perkotaan mungkin sudah tidak mengenal istilah kerja bakti lagi. Kesibukan urusan pekerjaan menjadikan waktu sangat terbatas. Pulang kerja sampai sore bahkan terkadang sampai malam hari jika terjebak kemacetan. Sedangkan akhir pekan merupakan acara untuk keluarga dan lainnya.

Sehingga solusi untuk menjaga lingkungan diserahkan kepada pekerja profesional yang dibayar untuk membersihkan selokan dan tempat-tempat umum lainnya. Cara ini yang dianggap lebih mudah, praktis dan cepat. Ketua RT tak perlu pusing mengumpulkan warga. Tinggal menarik iuran jasa kebersihan.



Kalau hanya melihat dari segi hasil, mempekerjaan orang untuk menggantikan aktifitas kerja bakti warga bisa jadi hasilnya akan lebih bagus dan cepat. Namun ada segi kekurangannya juga. Nilai sosial dalam gotong royong yang merupakan budaya asli bangsa Indonesia akan pudar atau ditinggalkan dan lama-lama bisa hilang.  Sehingga masyarakat cenderung lebih individualis dan komunikasi antar warga bisa terputus. Sampai akhirnya masih dalam satu RT bisa tak saling mengenal.

Jadi antusias suatu kelompok masyarakat dalam lingkungan RT menanggapi undangan kerja bakti bisa mencerminkan keharmonisan hubungan antar warga. Dan seberapa kuat pengaruh budaya individualis pada tiap warga yang mulai menggerogoti nilai-nilai tradisional.

Selain dari makna sosial, ada manfaat lain dari kerja bakti. Menjaga kebersihan lingkungan berarti mengambil suatu tindakan untuk mencegah timbulnya bermacam penyakit. Selain itu lingkungan yang bersih pun menjadi sedap dipandang mata.

Baca juga:
> Bawor Maskot Kabupaten Banyumas. Beda loh dengan Bagong
> Berugak Tempat Orang Lombok Menerima Tamu

Seminggu yang lalu dalam pertemuan RT disinggung akan ada kegiatan kerja bakti, yaitu membersihkan dan merapikan tempat untuk ajang peringatan HUT RI yang di peringati setiap bulan Agustus. Termasuk kegiatan lomba anak-anak.

Walaupun sekarang masih bulan Juli, namun keputusan dalam arisan RT menyepakati untuk melakukannya lebih awal. Guna mengingatkan warga, Ketua RT dalam grup WhatsApp mengingatkan warga kembali tentang adanya kerja bakti pada hari minggu pagi. Walaupun beliau tidak menyebutkan jamnya namun biasanya mulai jam 07.00.

Saya terlambat sekitar dua jam karena baru bisa selepas menjalankan ibadah minggu pagi, namun warga yang lain bisa memakluminya. Ini salah satu bukti nyata dari toleransi yang masih terjaga di bumi Indonesia tercinta ini. Saya masih bisa ikut memasang beberapa bendera umbul-umbul yang diikatkan pada pohon-pohon di pinggiran jalan. 

Kesimpulannya, walaupun cuma berpartisipasi sebentar. Namun bisa terlibat dalam kerja bakti di lingkungan kami tinggal, ada pelajaran yang bisa dipetik. Yaitu turut melestarikan salah satu budaya luhur bangsa Indonesia, selain bisa menjalin keakraban dengan tetangga dan merasa bangga karena bisa turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dimana saya dan keluarga tinggal (helloiamaris.blogspot.com).