Tape Singkong, Makanan Ndeso Yang Enak



Helloiamaris - Camilan yang umumnya di nikmati diluar jam makan utama sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang dengan beragam makna, mulai sekedar pengganjal perut penunda lapar karena belum memasuki jam makan utama, atau sekedar untuk memanjakan lidah maupun sebagai pelengkap minum kopi maupun teh agar suasana mengobrol dengan keluarga, kerabat maupun teman akan lebih menyenangkan. Sehingga produsen makanan berlomba-lomba memproduksi aneka camilan dengan beragam bahan dasar dan rasa mengikuti selera konsumen. Dari aneka biskuit, roti sampai jajanan pasar, mereka semua memberikan kelezatan tersendiri.


Lalu bagaimana dengan tape maupun hasil olahannya, apakah masih digemari? Jawabannya ya. Sampai kini banyak orang yang menyukainnya sebagai kudapan. Dan banyak dijual oleh pedagang keliling yang khusus membuat tape.

Cara membuat tape itu sangat simpel. Pertama singkong kita kupas, lalu kita rebus atau di kukus, setelah itu didinginkan lalu dilumuri dengan ragi sampai merata agar terjadi proses fermentasi. Kemudian dibungkus dengan daun pisang dan ditaruh dalam satu tempat lalu didiamkan  selama tiga hari sampai jadi tape. Warna dari tape ada yang putih dan kuning, tergantung dari singkong yang dipakai. Rasa manis menyegarkan yang lembut di mulut mungkin bisa menjadi jawaban kenapa disukai oleh banyak orang. Tape juga bisa menghangatkan tubuh karena mengandung alkohol ketika melalui proses fermantasi dalam pembuatannya.

Tape merupakan makanan ndeso yang sudah dijajakan oleh penjual keliling sejak saya kecil maupun sekarang. Cara si penjual menjajakannya waktu saya masih kecil di Purwokerto masih saya ingat sampai sekarang. Si penjual tape bercaping keliling memikul tempat yang terbuat dari anyaman bambu yang dialasi daun pisang berisi tape. Sambil berjalan dia berteriak: Tapene anget ibune bapake (tapenya hangat ibu bapak) kata-kata ini berasal dari bahasa Jawa Banyumas yang berbeda dengan bahasa Jawa di daerah lain, misalnya yang diucapkan di Solo maupun di Yogyakarta. Kedengaran sangat berbeda dalam logat bicaranya dan penekanan setiap akhir katanya.

Tape singkong juga nikmat dibikin minuman, hanya menambahkan air panas dan gula pasir atau bisa dengan gula merah. Juga sebagai pelengkap rasa lezat es campur dingin nan segar. Bahkan banyak yang menyukai olahan tape, seperti tape goreng, bolu tape,  dan dodol tape.