Jagung Bakar, Nikmatnya Wisata Pegunungan


Image source: Pixabay.com

Jagung merupakan tanaman pangan yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Ada sebagian masyarakat yang mengkonsumsinya sebagai makanan pokok dan juga merupakan komponen utama pakan ternak. Selain itu biji jagung maupun hasil olahannya bisa menjelma menjadi makanan yang lezat. 

Jika anda penyuka wisata pegunungan tentu merasakan kepuasan petualangan yang menyuguhkan indahnya panorama dan sejuknya hawa pegunungan, sehingga perjuangan otot-otot kaki melalui trekking yang menanjak terbayarkan. Jika anda merasa haus dan lapar, sederet warung siap untuk disambangi dengan beragam sajian menu andalan daerah tersebut yang berusaha memicu selera makan para traveler. 

Namun jika diperhatikan, ada penjual makanan yang tak mempunyai warung sebagai tempat untuk berjualan serta berteduh dari sorot sinar matahari maupun tetesan air hujan jikalau awan-awan gelap tiba-tiba memuntahkan isinya.Dan juga tak menyediakan kursi buat pembelinya. Namun tak satupun dari para pembelinya yang terlihat mempermasalahkannya. Entah dalam lubuk hati mereka, siapa yang bisa menduga. Penjual jagung bakar hanya bermodalkan peralatan yang sangat minimalis.

Dingklik kecil tempat dia duduk, tempat pembakar jagung beserta arang, kipas tangan dan tusuk sate untuk ditusukkan ke bonggol jagung sehingga mudah memegangnya dan tentu saja margarin dan bumbu-bumbu penyedap. Bau jagung yang sedang dibakar pastinya menggoda siapapun yang melewatinya. Dengan membelinya bisa menjadikan liburan di pegunungan bertambah mengesankan  tanpa harus menguras isi kantong terlalu dalam.

Walaupun tanaman jagung hanya berumur 3-4 bulan, namun menikmati jagung bakar ketika  berwisata di alam pegunungan bisa memberikan kenangan yang lebih lama dibanding umur jagung itu sendiri. (helloiamaris.blogspot.com)